Glee

Selasa, 27 November 2012

Mencoba belajar kesabaran dalam mendapat masalah

Disaat hari yang menurut kita adlah hari yang sial, mungkin anda semua pernah merasakan hal seprti itu ketika suatu hari penuh dengan kesialan yang membuat anda pusing tidak karuan, ada kalnya hari memang terasa seperti itu ,namun disini saya punya tips-tipsnya agar dapat menghilangkan rasa kesialan tersebut :
1. Usahakan ketika memulai segala urusan dengan membaca basmallah .
2. Selalu tersenyum bila bertemu seseorang .
3. Sabar ketika mendapat cobaan .
4. Berusaha tetap tenang saat ada masalah,meskipun masalah itu cukup rumit
5. Tidak menyalahkan seseorang apabila anda terlalu bingung dengan maslah yang dihadapi .
semoga informasi diatas dapat berguna bagi anda , terimaksih .

Kamis, 16 Agustus 2012

Tinggalkan Ducati,Casey Stoner serang Valentino Rossi

Casey Stoner kembali melontarkan kritik tajam kepada Valentino Rossi yang memutuskan untuk kembali bersatu dengan tim Yamaha Factory pada musim depan setelah gagal tampil kompetitif bersama Ducati selama satu setengah tahun terakhir.

Casey Stoner merasa bersimpati terhadap Ducati yang dinilainya tak layak untuk mendapatkan hasil buruk sejak kedatangan Valentino Rossi pada akhir musim 2010 silam. Lantas Stoner mengkritik Rossi karena pembalap berusia 33 tahun tersebut tidak mengerahkan kemampuan maksimal untuk membesut motor Desmosedici-nya.

Casey Stoner yang menyandang gelar juara dunia MotoGP perdananya bersama Ducati pada musim 2007 berkata: ”Saya merasa menyesal untuk Ducati karena dia memilih untuk bersama mereka dan tak melakukan apapun selain mengeluhkan motornya. Jelas sekarang mereka memiliki motor yang bisa dipakai balapan dengan baik, karena dia terus-menerus dikalahkan oleh Nicky dan Hector dan tak ada yang patut dibanggakan. Kita sudah mendengar kata orang-orang kalau dia akan mengantar Ducati hingga mencapai kejayaan, namun kita belum melihat hasil apapun.”

Casey Stoner merasa dapat membalikkan fakta yang pernah diungkapkan oleh Valentino Rossi dan krunya, Jeremy Burgess. Sebelum hijrah ke Ducati, Valentino Rossi mengkritik kalau Casey Stoner tak dapat melakukan upaya maksimal saat menunggangi motor Desmosedici, sedangkan Jeremy Burgess menilai kalau mereka dapat menyelesaikan problem front end dalam waktu singkat.

Akan tetapi Valentino Rossi dan Burgess tak mampu berbuat banyak untuk dapat mengentaskan masalah tersebut dan mereka hanya dapat meraih dua podium tanpa satupun kemenangan sejak awal musim 2011 lalu, dan Casey Stoner berkata: ”Sejak awal mereka memakan omongan mereka sendiri.

“Jerry berkata hanya perlu 80 detik untuk menyelesaikan masalah pada motor tersebut dan problem yang mereka miliki mudah untuk diselesaikan, tetapi sekarang mereka menjalani dua tahun dengan berkutat pada hal yang tak mampu memberikan terobosan apapun.

“Sesungguhnya Valentino mendapatkan hasil terbaik saat balapan pertamanya dengan Ducati di trek kering, namun saat itu dia masih dibalut cedera bahu, dan saya belum melihat kemajuan apapun selama dua tahun terakhir dan hal ini mengecewakan.

“Saya merasa menyesal terhadap orang-orang yang terlibat di balik pembuatan motor tersebut. Jelas Valentino tidak maksimal dalam mengendarai motor yang tidak sempurna. Dia sudah pernah mengakuinya. Jika dia memiliki sebuah tunggangan yang begitu bagus di Yamaha sebelumnya, namun dia tidak tampil maksimal jika motornya tidak sempurna, maka Tuhan tahu betapa bagus motor tersebut.

“Jelas dia tidak ingin melakukan usaha keras bersama Ducati. Ini merupakan hal yang mengecewakan bagi Ducati karena mereka melakukan semua yang mereka bisa namun dia bahkan tidak pernah mencoba untuk mengerahkan kemampuan terbaik pada motor itu.

“Terdapat sejumlah pembalap di paddock yang sudah memandang diri mereka sendiri sebagai test rider yang bisa mengantar pabrikan ke arah yang benar, sementara Valentino pastinya telah membuktikan kalau ia tidak melakukan hal demikian terhadap Ducati. Sudah jelas kalau dia butuh motor yang sangat bagus untuk bisa menang.

“Jelas dia tak bisa menang bersama Ducati dan membuatnya kompetitif, jadi dia memilih untuk keluar. Dia bilang kalau dia ingin menyelesaikan karir bersama Ducati dan saat ini dia akan pindah.

“Dia seharusnya bertahan dengan Ducati saat akhir-akhir ini dia memakai helm “let’s stick together (Restiamo Uniti). Tak lucu kedengarannya bahwa dia sudah memakan kata-katanya sendiri namun orang-orang masih memaafkannya.”

Menanggapi komentar Casey Stoner tersebut, pada akun Twitternya Valentino Rossi menulis: “Seperti biasa, (komentar) yang sangat bagus dari temanku, Casey ah ah ah.”

Jumat, 10 Agustus 2012

Tujuan Wisata yang Bikin Gemuk


Tujuan Wisata yang Bikin Gemuk

  Berwisata ke suatu tempat yang berbeda sangatlah menyenangkan. Namun hati-hati, ada sejumlah negara yang ternyata berpengaruh buruk bagi kesehatan lingkar pinggang Anda. Sebuah perusahaan biro perjalanan di Inggris, Fly Thomas Cook, pekan lalu merilis hasil survei mengenai tempat tujuan wisata yang bisa membuat Anda gemuk.

»Riset ini dilakukan karena kami ingin tahu dan mengeksplor alasan naiknya berat badan seseorang setelah berlibur, khususnya saat mereka berlibur ke negara lain,” kata Bona Boraliu, perwakilan dari Fly Thomas Cook.
Responden Inggris yang berjumlah 350 orang itu menyatakan bahwa negara-negara yang membuat berat badan mereka naik adalah Siprus, Turki, dan Portugal. Jumlah kenaikan berat badan antara 1,3 kg–1,5 kg setelah berlibur selama 1,5 minggu. Berlibur ke Australia juga bisa meningkatkan berat badan cukup signifikan sehingga menduduki ranking kedelapan sebagai negara tujuan wisata penyebab kenaikan berat badan.
Alasan kenaikan berat badan tersebut, di antaranya makan di luar, tidak memasak makanan sendiri, mengkonsumsi lebih banyak alkohol, dan kurang berolah raga.
»Di negara-negara tempat Anda mengalami kenaikan berat badan, faktor utamanya adalah bagusnya kualitas makanan. Hal tersebut memicu Anda untuk mencoba makanan-makanan baru karena Anda tahu kelezatannya. Anda makan semakin banyak, tetapi tidak memasak sendiri,” ujar Boraliu seperti dikutip situs Sydney Morning Herald.
»Jadi bukan hanya bagusnya kualitas makanan yang menjadi penyebab langsung, tetapi juga ada penyebab tidak langsung, yaitu mencoba jenis makanan baru dan makan di luar lebih banyak selama liburan,” tuturnya. Faktor menonjol lainnya adalah konsumsi alkohol yang tinggi.
Berlibur dengan kapal pesiar juga menyebabkan kenaikan berat badan. »Semua jenis liburan all-inclusive holidays, tergantung harga yang dipilih, biasanya termasuk hotel dan sarapan dan makan malam prasmanan, mendorong orang untuk mengkonsumsi makanan secara tak terbatas sebab mereka tak perlu menambah biaya lagi.”
Hasil survei juga menunjukkan adanya perbedaan paling nyata antara wisatawan pria dan wanita. Sekitar 45,95 persen dari seluruh partisipan melaporkan kenaikan berat badan, pria 12 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan rata-rata 2,53 kg atau 75 persen lebih daripada para wanita.
Perbedaan alasan kenaikan berat badan antara pria dan wanita juga terjadi pada orang Australia. Selama ini pria Australia dikenal dengan reputasi buruk sebagai pengkonsumsi alkohol, tetapi ternyata hanya 40 persen dari mereka yang mengatakan bahwa alkohol menjadi penyebab langsung kenaikan berat badan mereka. Di lain pihak, 75 persen wanita Australia mengaku minuman alkohol menjadi penyebab melarnya lingkar pinggang mereka.
Temuan mengejutkan lainnya adalah bahwa sebagian pria dilaporkan menjadi grogi hanya bercelana pendek saat mereka kehilangan berat badan.
»Dari semua orang yang mengatakan bahwa mengenakan pakaian yang terbuka memberikan kontribusi terhadap penurunan berat badan mereka, ternyata mereka melakukan kunjungan ke Italia atau Amerika Serikat,” kata Boraliu.
Berikut 10 negara yang membuat Anda gemuk jika berlibur di sana:
1.    Siprus (naik 1,5 kg)
2.    Turki (naik 1,4 kg)
3.    Portugal (naik 1,3 kg)
4.    Amerika (naik 1,1 kg)
5.    Yunani (naik 0,9 kg)
6.    Belanda (naik 0,8 kg)
7.    Prancis (naik 0,5 kg)
8.    Australia  (naik 0,5 kg)
9.    Italia (naik 0,4 kg)
10. Belgia (naik 0,3 kg)

Selasa, 07 Agustus 2012

Hadapi Diskualifikasi, Curhat Greysia/Meiliana

Hadapi Diskualifikasi, Ini Curhat Greysia/Meiliana

TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Meiliana Jauhari, mengaku kecewa dengan keputusan Badminton World Federation yang mendiskualifikasi mereka dari Olimpiade London 2012. Keduanya dianggap sengaja mengalah, saat laga terakhir babak penyisihan Grup C, untuk menghindari bertemu dengan pasangan Cina, Wang Xiaoli/Yu Yang, di perempat final.

"Kami dilatih oleh senior-senior yang mempunyai pengalaman mendunia, kami siap kalah. Namun, kami tidak siap untuk dituduh curang," kata Meiliana, seperti dikutip situs resmi PBSI, Kamis, 2 Agustus 2012.


Perjalanan Greysia/Meiliana menuju Olimpiade London tidaklah mudah. Mereka harus melewati babak kualifikasi. Greysia sempat mengalami cedera bahu akibat terjatuh saat bertanding di Taipei Open Grand Prix Gold 2011. Sejak itu, penampilannya sempat menurun drastis, beberapa kali tersingkir di babak awal. Dalam kondisi itu, Greysia bangkit dan bisa mendapat tiket Olimpiade.


Meski demikian, Greysia mencoba tabah menerima kenyataan ini. "Sebagai pemain, kejadian ini membuat kami terpukul, tapi setidaknya kami sudah berusaha dan menyelesaikan pertandingan," ujarnya. "Tapi, kami mengucap syukur pada Tuhan, buat keadaan ini lebih baik daripada sedih."


Greysia/Meiliana mengaku sempat shock dan tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Karena keputusan sudah dijatuhkan, mereka hanya bisa pasrah menerima. "Ya mau bagaimana lagi, mungkin Tuhan punya rencana lebih indah untuk kami. Kecewa itu pasti, namun kami akan fight back dengan prestasi," ujar Meiliana.


Greysia menambahkan, "Saya merasa sedih sewaktu saya tidak bisa bermain bulu tangkis lagi. Saya pernah merasakan itu saat mengalami cedera bahu kanan kemarin. Jadi, sekarang tak ada alasan untuk saya bersedih dan menyerah, karena saya masih bisa bermain bulu tangkis dengan tangan normal."


BWF mendiskualifikasi delapan atlet ganda putri dari Olimpiade London sebab mereka diduga melakukan manipulasi hasil pertandingan, agar mendapat undian yang menguntungkan pada babak sistem gugur.

Peristiwa ini terjadi pada laga Grup C yang berlangsung di Wembley Arena, Selasa, 31 Juli 2012. Pasangan nomor satu dunia asal Cina, Wang Xiaoli/Yu Yang, berupaya untuk kalah saat melawan pasangan Korea Selatan, Jung Kyung-eun/Kim Ha-na, agar tidak menjadi juara grup karena tidak ingin bertemu pasangan asal Cina lainnya, Tian Qing/Zhao Yunlei, di semifinal.


RINA WIDIASTUTI | PBSI

Bulutangkis Terancam Dicoret dari Olimpiade

Bulutangkis Terancam Dicoret dari Olimpiade

 Kasus main sabun di cabang bulutangkis berbuntut panjang. Cabang bulutangkis terancam dicoret sebagai cabang yang dipertandingkan di Olimpiade.

 Hal itu ditegaskan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Soebowo di London, Inggris. Rita menyebut, skandal itu ternyata berbuntut panjang. Sebab, Komite Olimpiade Internasional (IOC) berencana melakukan investigasi lanjutan atas kasus ini.

Rita pun membenarkan IOC kemungkinan mencoret bulu tangkis dari Olimpiade. Selain karena skandal itu, keinginan IOC mencoret bulu tangkis karena kurang populer. Bulu tangkis menempati posisi ketiga terbawah dari 26 cabang olahraga Olimpiade. Hal itu menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Sebab, bulu tangkis adalah cabang andalan Indonesia di Olimpiade.
Untuk itu, KOI akan melalukan pendekatan kepada IOC dan telah meminta pemain ganda putri Indonesia untuk meminta maaf kepada IOC dan BWF. Sementara KOI akan meminta PBSI mengevaluasi pemain agar kasus seperti itu tidak terjadi lagi.

Apa Manfaat Kedatangan Pemain dan Klub Asing?

Apa Manfaat Kedatangan Pemain dan Klub Asing?

VISTA – Kehadiran pemain asing baik secara individu maupun klub, dinilai pengamat sepak bola Roni Pangemanan tidak memberikan manfaat terhadap pembinaan tim nasional. “Mereka datang hanya untuk menghibur dan pemain timnas sebatas sebagai penonton saja,” ujarnya.

Menurut dia, para pemain asing itu hanya menampilkan cara bermain, teknik dan disiplin bermain. Tapi meeka tidak dapat menularkan ilmu kepada pemain nasional.

Terkait dengan maraknya pemain asing yang datang ke Indonesia usai Piala Eropa 2012 lalu, Ropan – Roni Pangemanan biasa disapa – menuturkan, seperti halnya promotor, mereka datang dengan tujuan bisnis. “Mengorbankan waktu libur menjelang putaran liga berikutnya dengan datang ke Indonesia,” imbuhya.

Kendati demikian, Ropan yang pernah bersama Top Skor – promotor yang mendatangkan Inter Milan – mengakui bahwa kehadiran para pemain asing memacu gairah dan semangat baru di Indonesia. Tapi sekali lagi, dia menegaskan, bukan menjadi solusi untuk memperbaiki kualitas tim nasional Indonesia.

Karena itu, dia mengusulkan kehadiran pemain asing di Indonesia harus dimanfaatkan seperti yang dilakukan oleh Cina. “Buat Kompetisi Segitiga dan dijadikan jadwal tahunan” jelasnya.

Cina tidak mendatangkan pemain atau pun klub internasional untuk melawan tim nasional mereka. Namun, membuat kompetisi klub-klub bertaraf internasional yang diselengarakan di Negeri Tirai Bambu itu.

“(Didier) Drogba juga mereka datangkan untuk bermain di klub mereka,” katanya.

Untuk internal sendiri, Ropan berpandangan, peningkatan tim nasional harus dibangun dari paling bawah, yaitu dengan menggelar kompetisi yang bagus dari usia 15, 17, dan 23 tahun. “Mereka pun harus dilatih dengan pelatih yang bagus,” harapnya.

Djohar Arifin, Ketua Umum PSSI, juga mengakui bahwa Indonesia menjadi pasar yang menjanjikan bagi kehadiran pemain asing, mengingat di sini banyak penggila sepak bola. Dengan alasan itu juga para pemain dan klub bola internasional ikut ambil bagian dengan datang ke Indonesia.

Namun, Djohar juga merasakan berkah lain dengan maraknya kehadiran pemain asing ini. Kata dia, hal itu membuat hubungan PSSI dengan FIFA – organisasi sepak bola internasional – menjadi lebih baik. Berbeda dengan 20 tahun tanpa kehadiran pemain asing ke negeri ini.

“Kedatangan tim maupun pemain internasional ini membuat hubungan kita dengan pihak FIFA membaik. Ini kepercayaan dari pihak luar setelah 20 tahun kita tidak kedatangan tamu bertaraf internasional,” ujarnya kepada Vista.

Keuntungan bagi pemain nasional sendiri, lanjut Djohar, momentum melawan tim berkelas internasional bisa jadi ajang pembuktian mengadu keahlian. Ini juga bisa memacu semangat para pemain tim nasional dan memberikan pengaruh tersendiri ke setiap pemain.

Karena itu, dia menegaskan, kalau pun ada promotor yang hanya bertujuan bisnis, itu sah saja. Memang bisa jadi ada keuntungan dari sponsor, penjualan merchandise, ataupun tiket. Tapi Indonesia juga menerima manfaat.

“Apalagi kedatangan Inter Milan. Selain melawan tim nasional, mereka juga membuka Sekolah Sepakbola Inter Milan yang terbuka bagi siapa saja,” pungkasnya.

Kasus Doping di Olimpiade

Kasus Doping di Olimpiade

 

VISTA - Demi meraih kemenangan, banyak yang rela menghalalkan segala cara. Tak terkecuali dalam kompetisi Olimpiade. Banyak kasus atlet ketahuan menggunakan doping sehingga menang dan lahir sebagai juara.

Komite Internasional Olimpiade (International Olympic Committee) melansir daftar nama atlet yang positif menggunakan obat-obatan terlarang untuk membantu performanya dalam bertanding. Komite akhirnya kembali melucuti medali yang sudah terlanjur diberikan kepada para atlet tersebut.

Berdasarkan laporan sportsanddrugs.procon.org, sepanjang penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas kasus doping meningkat 0,49 persen dibandingkan Olimpiade Musim Dingin yang hanya 0,28 persen. Penyelenggaraan Olimpiade Athena 2004 merupakan yang paling banyak ditemukan laporan kasus doping.

Untuk cabang olah raga, angkat besi yang paling banyak terjerat kasus doping atau 28,4 persen dari total kasus. Sementara Austria merupakan negara asal atlet yang tersangkut kasus doping terbanyak atau 10 kasus, diikuti Yunani 9 kasus, dan Amerika Serikat 8 kasus. 

Pada Olimpiade Beijing 2008 ada sebanyak 4.770 tes doping dan dilaporkan sebanyak 20 kasus doping positif atau sebanyak 0,42%. Sementara Olimpiade Athena 2004 ada sebanyak 3.667 tes doping dan ditemukan 26 kasus doping atau 0,74%, serta olimpiade Los Angeles 1948 ada sebanyak 1.507 tes doping dan dilaporkan ada sebanyak 12 kasus doping atau 0,8%.

Sementara pada olimpiade musim dingin, kasus terbanyak ditemukan pada olimpiade di Turin, Italia 2006 dengan 7 kasus doping dari sebanyak 1.219 tes dan Olimpiade Salt Lake City, Amerika Serikat juga ditemukan 7 kasus doping dari 700 tes yang dilakukan. Kemudian olimpiade Vancouver, Canada 2010 ditemukan 3 kasus doping dari 2.149 tes yang dilakukan.

Berdasarkan cabang olahraga, kasus doping terbanyak ditemukan pada cabang olahraga angkat berat sebanyak 36 kasus, atletik 28 kasus, ski lintas alam 12 kasus, berkuda 8 kasus, hoki es dan gulat 6 kasus,  bersepeda 5 kasus, serta biathlon, pancalomba modern dan voli 3 kasus. Negara peserta olimpiade yang memiliki catatan kasus doping terbanyak diantaranya Austria dengan 10 kasus, Yunani dan Rusia 9 kasus, Amerika Serikat 8 kasus, Bulgaria dan Hungaria 7 kasus, Polandia dan Spanyol 5 kasus.


Beberapa kasus di antaranya :

1. Hans-Gunnar Liljenwall, Swedia (1968)


Atlet cabang olah raga pancaloba modern yang meraih medali perunggu pada Olimpiade Musim Panas 1968 di Mexico City ini didiskualifikasi akibat penggunaan alkohol. Liljenwall merupakan atlet pertama yang dikeluarkan pada Olimpiade akibat penggunaan obat-obatan, menyusul pengenalan regulasi anti-doping oleh Komite Olimpiade Internasional pada 1967.

Liljenwall dilaporkan meminum dua botol bir untuk menenangkan kegugupannya sebelum mengikuti pertandingan menembak di cabang dasalomba. Tim Swedia akhirnya harus mengembalikan medali perunggu yang mereka menangkan.

2. Rick Demont, Amerika Serikat (1972)


Pada penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas di Muenchen, Jerman pada 1972 tercatat ada 7 kasus positif penggunaan doping. Di antaranya adalah Rick Demont, atlet renang asal Amerika Serikat yang meraih medali emas dalam cabang olahraga renang gaya bebas 400 meter.

DeMont sebenarnya memiliki catatan prestasi mengagumkan. Pada 1973 dia menjadi orang pertama yang mampu berenang gaya bebas 400 meter dengan jarak tempuh hanya 3 menit 58 detik. Komite Olimpiade Internasional akhirnya melucuti medali emas yang diraihnya setelah positif menggunakan obat asma atau ephedrine. Akibat tes positif tersebut, dia juga kehilangan potensi meraih medali lainnya karena dia dilarang mengikuti perlombaan lain di Olimpiade.

3. Zbig Kaczmarek, Polandia dan Valentin Khristov, Bulgaria (1976)


Dari sebanyak 9 kasus positif doping di Olimpiade Montreal, Kanada pada 1976, dua kasus di antaranya adalah peraih medali emas, yang keduanya juga dicabang angkat berat. Yakni Zbigniew Kaczmarek, atlit asal Polandia untuk cabang angkat berat 67,5 kg dan Valentin Khristov, atlet asal Bulgaria pada cabang angkat berat 100 kg.

Keduanya dilaporkan positif mengonsumsi anabolic steroid, obat yang memiliki efek seperti testosteron dan dihidrotestosteron dalam tubuh. Obat ini meningkatkan sintesis protein dalam sel, yang mengakibatkan penumpukan jaringan sel, terutama di otot.

4. Mitko Grablev dan Angell Guenchev, Bulgaria dan Ben Johnson, Kanada (1988)


Tercatat sebanyak 10 kasus positif doping. Empat di antaranya oleh atlet yang meraih medali emas dan perak pada penyelenggaraan Olimpiade Seoul, Korea Selatan pada 1988. Tiga atlet yang positif menggunakan doping dan meraih medali emas adalah Mitko Grablev dan Angell Guenchev.

Keduanya asal Bulgaria dan sama-sama atlet angkat berat kelas 56 kg dan 67,5 Kg.

Sementara satunya lagi adalah atlet cabang atletik asal Kanada, Ben Johnson yang meraih medali emas untuk cabang atletik 100 meter. Grablev dan Guenchev dilaporkan positif mengonsumsi furosemide, obat tersebut biasa digunakan untuk obat gagal jantung. Obat ini juga digunakan kuda balapan guna mencegah keluarnya darah dari hidung selama pertandingan.

Sedangkan Johnson dilaporkan positif mengonsumsi stanozolol atau sintetis dari anabolic steroid.

5. Izabela Dragneva, Bulgaria dan Alexander Leipold, Jerman, serta Marion Jones, Amerika Serikat (2000)

Dari 12 kasus atlet yang dilaporkan positif menggunakan doping, lima di antaranya adalah atlet yang berhasil meraih medali emas pada penyelenggaraan olimpiade Sidney tahun 2000. Di antaranya Izabela Dragneva, atlit cabang angkat berat 48 kg asal Bulgaria. Dragneva dilaporkan positif mengonsumsi furosemide. Kemudian Alexander Leipold, atlit cabang gulat kelas 76 kg asal Jerman yang dilaporkan positif mengonsumsi nandrolone.

Paling fenomenal adalah Marion Jones, atlit cabang atletik asal Amerika Serikat yang berhasil memenangi 3 medali emas dan 2 medali perunggu, masing-masing untuk cabang lari 100 meter, 200 meter, 400 meter, dan lompat jauh. Jones dilaporkan positif mengonsumsi THG atau tetrahydrogestrinon merupakan anabolic steroid.

Marion Lois Jones atau dikenal Marion Jones-Thompson adalah perempuan kelahiran 12 Oktober 1975, seorang pemain bola basket dan atletik profesional. Dia memenangi lima medali pada Olimpiade Sydney, namun semua medalinya dibatalkan akibat dilaporkan positif mengonsumsi obat-obatan.

Saat pengakuan dan rasa bersalahnya, Jones adalah salah seorang paling terkenal yang terkait dengan skandal Balco, sebuah laboratorium yang berlokasi di pantai San Fransisco yang dikenal menyediakan anabolic steroid bagi atlet-atlet profesional.

Kasus doping yang terkait dengan Balco bahkan menyeret 20 nama atlet top termasuk mantan suami Jones, C.J Hunter, atlit menembak dan Tim Montgomery, pemecah rekor dunia lari cepat yang juga ayah dari anak pertama Jones.

6. Adrian Annus dan Róbert Fazekas, Hungaria (2004)


Pada penyelenggaraan Olimpiade Athena, Yunani pada 2004 dilaporkan sebanyak 27 kasus positif doping. Dari 8 kasus,  5 di antaranya oleh atlet yang berhasil meraih medali emas, 1 kasus peraih medali perak dan 1 kasus peraih medali perunggu. Peraih medali emas tersebut di antaranya Adrian Annus dan Robert Fazekas, keduanya merupakan atlet cabang atletik asal Hungaria dan berhasil memenangi medali emas.

Kasus doping Annus dan Fazekas menyeruak setelah skandal doping pada Olimpiade di Athena mengemuka ke publik. Insiden ini juga menyita perhatian publik. Akibatnya, selama beberapa bulan Annus menolak mengembalikan medalinya. Setelah Komite Olimpiade Internasional mengancam akan memberikan sanksi kepada Komite Olimpiade Hungaria, akhirnya dia bersedia mengembalikan medalinya.

7. Rashid Ramzi, Hungaria (2008)


Seperti penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas sebelumnya, pada pelaksanaan kompetisi Olimpiade Beijing, China, pada 2008 juga ditemukan 18 kasus positif doping. Sebanyak 5 kasus di antaranya oleh atlet peraih medali emas, perak dan perunggu.

Peraih medali emas yang dilaporkan positif menggunakan doping adalah Rashid Ramzi, atlet cabang atletik asal Bahrain yang berhasil meraih medali emas untuk jarak 1.500 meter. Ramzi dilaporkan positif mengonsumsi Cera (continuous erythropoietin receptor activator), sebuah obat generasi baru dalam kelas baru erythropoietic-stimulating agent (ESA). Cera mendorong stimulasi peningkatan eritropoietin reseptor dibandingkan dengan ESA lainnya.

Ramzi harus rela mengembalikan medali emasnya, akibat dilaporkan positif menggunakan doping.